Showing posts with label Kidung Perantau Sebrang. Show all posts
Showing posts with label Kidung Perantau Sebrang. Show all posts

>>> Bahagialah sayang


Bahagialah Sayang

Sayang..
Dengan berat hati
Tanpa nada inspirasi
kucoba tulis bait hati

Saat canda mengukir senyum
ceritapun mulai terangkum
Tertulis rapi
Tiap baris,bait dan lembar hati
Dirimu yang selalu ada dalam anganku
Senyummu yang masih nampak sempurna dalam benaku
Bayangmu seakan menghantui
Rasa itu mulai membebani
 
ketika hidup ini mulai mengalir
Gejolak Hati mulai saling berganti
Rasa inipun mulai memenuhi
 
Di akhir sadar .. 
kejamku
Sang pengecut berlari meninggalkanmu
itulah aku 
dengan segala rendahku

Kuharap Dia yang baru
yang selalu mengharapkanmu
Meski aku yang lebih dulu
namun Dia selalu menatapmu
tak seperti aku
yang menciut selalu

Dia mungkin yang terbaik untukmu
sebagai pilihan hatimu
meski Rasa ini masih Tetap ada Padaku
Sayangku...
ku korbankan Rasa ini untukmu
Ku puja dalam Do'a
kuharap ceritamu berakhir Bahgia denganya
Bahagialah Sayang 
pada akhir ceritaku yang suram

Bahagialah kasih..
meski ku harus tahan luka dan perih
kurelakan semua 
demi
menatapmu Bahgia

>>> Tak pantas


Ku terdiam…

Ku pejamkan mata

Kuingin sembunyi darimu

Tak tahan ku melihat…



Tertahan semuanya dihati

Kuingin kau selalu ada disampingku…



Menemaniku dengan tawamu,

Mengisi hidupku dengan senyum mu,

Menerangi hidupku dengan kehadiranmu,

Memendam pahit hidup yang silih berganti…



Kau menyilaukanku dengan cahayamu,

Ingin kugerakan tubuh yang terlumpuhkan olehmu…



Namun apa daya aku bukanlah apa-apa,

Aku hanya setitik embun dingin dimalam singkat,

Dan kau merubahku dengan kehangatanmu…



Tapi,

Apa yang kupunya,

Aku hanya embun yang berpindah dari ufuk timur ke barat,

Aku ini lemah hanya ikut angin bertiup…



Tapi,

Kau menarik semuanya,

Ingat ke-9 pengaggum mu???

Yang selalu ada disekelilingmu???



Dan perlahan-lahan mendekatimu???

Aku hanya bisa DIAM…

AKU TAK PANTAS

Kenapa Aku Begini???

Kenapa Hidupku Begini???





Memendam rasa ini hanya membuatku menderita,

Mungkin kau tahu…Mungkin juga tidak!



Namun hanya satu yang pasti aku tak pantas





Lepaskan aku dari belenggumu,

Apapun caranya…



Kalau perlu tusuk saja aku dengan pisau!

Kalau ini satu-satunya cara untuk membuktikannya!



Aku takut aku hanya membuat cahayamu meredup,

kerna ku..

Walaupun aku sendiri bingung apa yang sebenarnya ada dihatimu?



Terkadang kau membuatku untuk maju, tapi

Terkadang kau seperti mengusirku

AKU BINGUNG

Sekarang apa yang kau inginkan dariku?

Walau berarti menghancurkan hidupku sendiri.

>>> Siapa Aku Bagimu


SIAPA AKU BAGIMU 
Penat Dalam otak makin nyeri
resah hati makin menjadi
Sang waktu terus memburu
dengan jarum duri-duri sembilu

Detik yang terketik semakin mencekik
dengan rasa yang semakin menukik


Sa'at kau tanyakan tentang hatiku
kusingkap tanpa ragu
ku ucap meskipun berat
tanpa sekat dan dinding penghambat


kukatakan jujur 
meski ku harus hancur


ku buka semua 
meski lara
dan...
kini engkau telah tau
semua rasa yang ada dalam hatiku


engkaupun tau
"Siapa engkau Bagiku.."


sa'at engkau tanyakan tentang Hidupku
tanpa ragu
tanpa malu
ku singkap pula hitam putih jalan hidupku di hadapanmu


kini engkaupun tau hitam putihnya kehidupanku


kini...
terserah padamu 
seperti apa dan bagaimana
engkau menilai aku
semua telah ku ungkap di hadapanmu


sayang...
sekian lama berbagi Rasa
canda tawa
meniti hari dan saling mengisi


namun...
sampai saat ini detik ini
aku tak pernah tau dan sangat ingin tau
"SIAPA AKU BAGIMU"?????
"BEGITU BERARTIKAH AKU BAGIMU...."?????
pertanyaan itu kini menghantuiku
di tiap hari dan malamku


Sayang..
"Siapakah Aku BAgimu..??
"Begitu Berartikah Aku Bagimu..??

>>> Kasihku


Kasihku

Batapa hati rasa ingin 
segera peluk erat membawamu iringi langkahku
namun takkan ku paksakan itu
kau masih belum milikku
Seutuhnya

Belum jadi "kekasih halalku"
Belum jadi satu 
yang selalu mengisi hatimu
mengisi tiap lembaran hari-harimu

Meski harus lelah ku bertahan
ku kan tetap bertahan
tuk terus mencinta dan menyayangmu

ku kan menahan segenap kerinduan
dan hasrat yang tak sanggup terucapkan

engkaulah "Bulan" dalam Hatiku
Yang terangi di setiap sudut malamnya
nampak terlihat tanpa penghalang
namun sulit tergapaikan

aku tetap bertahan...
meski ku tahu tak mudah tuk menggapaimu
kerna ketaksempurnaanku
namun ku tetap bertahan


kerna yang inginkanmu bukan hanya aku..

engkau "Putri" yang selalu di damba
banyak "Pangeran" dan "kesatria" yang berlomba

sedang aku...
hanya Prajurit tak bernama bagimu
yang tak sekuat "kesatria" dan tak semewah "Pangeran" itu


 aku hanya seorang "Pemimpi"
dengan "sepenggal Puisi"

 yang pasti...
aku kan selalu menunggumu,menantimu,merindumu
 Menunggu Jawaban atas Cintaku

 meski kan lelah aku
 dan...
 setipis harapanku..
 aku kan tetap menunggumu
 Duhai kekasih hatiku
 Rindu dan Sayangku
 selalu padamu..



 Untukmu : Kekasihku

>>> Tulusnya Kasihku


Saat ini tiada perasaan lain yang kumiliki
kecuali
Perasaan Cinta dan kasihku kePadamu

Tiada Rasa lain yang aku miliki
Selain Rasa Rinduku
Yang sangat Dalam Kepadamu
dan Kini aku sangat merindukanmu

Tiada gambaran dan Lukisan lain di hatiku
kecuali itu Dirimu
Hanya Dirimu
yang seakan telah mengisi hati,jiwa dan Ruhku
memenuhinya dengan gurat bayanganmu
pikiranku seakan telah penuh tentangmu
Semua hayalanku 
tertuju padamu
Dimana ia tak pernah padam dan takkan hilang
hingga sekarang
jika kau pertanyakan lagi
"Aku mencintaimu dengan sepenuh hati"
dengan kesucian dan ketulusan jiwa 
yang kumiliki saat ini
"_Kasih_"


Suara Hati Buatmu: Kekasih Hatiku

>>> Sayapku rapuh


terlalu rendahnya aku
 yang tak mampu terjemahkan seisi hatimu
Sempitnya langkahku
Seakan tak mampu telusuri luasnya fikiranmu

Kecilnya aku..
yang tak mampu peluk erat redam segala Resah dan Gundahmu

Lemahnya aku...
yang sangat mencinta dan menyayangmu
namun tak mampu genggam dan raih Rindu di hatimu
Di sela sudut ingatan
yang menyakitkan
seakan sang waktupun teriakkan
"hai pecundang,sampai kapan kau biarkan cintamu tak bertuan"

Dan..
sang malam
menatapku kusam
awan rindu pekat selimuti langit jiwa
menanti kasih yang tiada kunjung menyapa
Wahai kau yang mengetuk pintu hati
pernahkah kau rasakan getaran Rindu ini
arakan parade
tak mampu hilangkan sesak yang merasuk jiwa
iringan sang penghibur 
tak mampu jua meredam gejolak asa
yang makin tak mampu ku cerna

Sayapku Rapuh
hatiku gaduh
Rasa jenuh ramu segala peluh
buatku semakin Rapuh

kasih...
rindu kuingin berlabuh
dalam cinta kasihmu yang begitu teduh
tuk sulam kembali sayapku yang rapuh
menjadi utuh

>>> Gadisku


Bening tatap matamu
menusuk tepat jantung hatiku
luluh lantakan angan dan asa ku
saat di depanmu 
ku hanya terpaku
dalam decak kagumku
dengan menatap beningnya mata itu
ku hanya mampu pandangi ujung sorotmata sayup itu
dengan resah
dari sisi kehidupan yang jengah
teduhnya jiwamu terpancar dari sorot mata itu
lidahku kumal 
hanya mampu menatapmu
 tak sanggup lafat "I love You'
Gadisku..
Jika dengan mencintaimu
ku mampu temukan ridho Tuhanku
maka 
kan kurelakan diriku
tuk serahkan hati ini padamu
ya Allah ya tuhanku..
cintaku  sederhana
dengan ketulusan dan keihklasan yang ada

maka...
jika ku pantas memohon pintaku pada gadis yang selalu hiasi hatiku
tuk menjadfi pelindung dan penjaga cintaku pada-MU

Gadisku..
andai ku pantas bertutur atas indahnya ahklakmu
maka..
Relakanlah Dirimu
menjadi Putri di hatiku
yang setiap saat dapat ku pandangi dan kusayangi
Relakanlah Dirimu menjadi cahaya
yang setiap waktu
menuntun jalan Cintaku
melalui lorong-lorong kebesaran Tuhanku
Dengan halal 
tanpa pemikiran yang jengkal

               Buatmu : Kekasih hatiku 

>>> Kidung Sumbang perantau sebrang 2


Gurat rasa semakin lara
lentik jari enggan menari
asa hancur tak berupa
resah hatipun makin menjadi

hong wilahing
seperti pesulap yang bergulat
dengan daya dan tipu muslihat
unjuk kebolehan
di atas panggung kehidupan

tapi..
aku bukanlah pesulap dan bukan pula pegulat
bajingan usang
atau bahkan anak jalanan
mungkin itu yang pantas engkau gelarkan
namun aku juga manusia
yang memiliki rasa dan cinta
sakit dan kecewa

Sayang....
kenapa engkau jerat aku
dalam rasa yang tak mampu aku cerna
tidakkah engkau kasih satu kepastian
meskipun akan menyakitkan
Sayang....
Rasa ini bener-bener buat otak ku berserakan
layaknya sampah berhamburan

Sayang....
jika boleh aku pinta
hujamkan saja
Belatimu pada ulu hati ini
dari pada engkau buat aku begini

>>> Kidung Sumbang perantau sebrang


Jejak kaki enggan terhenti
noda dan luka turut meriahkan suasana
bercak dan lubang menganga
menyentuh lembaran dinding jiwa
Siangku merangkaikan sketsa
jendele dunia yang semakin hina
malam ku goreskan tinta 
abadikan kisah
hidup yang telah nyata

Pahit getir jalanan 
seakan tiada henti menghujamkan
duri-duri kehidupan
merong-rong luluh lantakan sebuah ketegaran

teriakku...
aku tak peduli
meski luka ini makin menjadi
jelaga jiwa selalu percaya
atas segala kebesaran-NYA
selama kasih sayang dan  anugerah-NYA
masih tersiram di kedalaman jiwa
ku yakin bisa lewati derita
ada
tiada
dan segala yang terjadi hari ini esok atau lusa nanti
semua atas kehendak-NYA
dan
kan ku jalani apa yang ada 
dengan ketulusan dengan..
samudera hati
yang telah ter patri

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More